Text
Terlerai Puasa Kania
Hari ini, Jum'at 27 Dzulhijjah, pernikahan ini benar-benar terjadi. Sang Arjuna telah ada di depan pelaminan setelah proses pernikahan yang dilakukan di masjid dan Kania cukup menunggu di pelaminan. Pemuda itu Mas Hilmi namanya, mengulurkan tangannya dan Kania menjabat erat tangan itu, yang begitu kekar. Selamat datang Imamku, Kanla mencium jemari itu sebagai ketaatan sebagai seorang istri. Hingga prosesi acara pernikahan dan adat yag dilakukan. Tibalah acara saling menyuapi dan saling memberi minum. Teringat akan impian saat berpuasa dulu, Kania ingin berbuka dalam suapan suaminya. Kanla yang sedari pagi memang belum terisi apa-apa kini harus membuka mulutnya, dan sang suami menyuapinya dengan lembut. tiga suapan dan tiga tegukan air dingin yang membasahi kerongkongannya. Ingin la menangis namun Kania mencoba menahannya tangis haru dan juga bahagia. Terima kasih ya Allah, Engkau wujudkan mimpiku untuk berbuka dalam suapan suamiku. Kania benar-benar membatalkan puasanya saat itu juga. Ya, puasanya terlerai sejak pernikahan itu, dipelaminan itu, Kania memasrahkan semuanya kepada sang suami. Memblarkan hari-harinya untuk sang suami, biduk puasanya terlerai sampai disini. Dan sejak itu Kania tak berani untuk berpuasa lagi. Bagaimana kelanjutan kehidupan Kania setelah tak lagi berpuasa? Segera miliki Novel "Terlerai Puasa Kania" ini dan baca kisahnya hingga tuntas.
Tidak tersedia versi lain