Text
Cindelaras
Cerita ini bermula dari fitnah kejam seorang selir raja di Kerajaan Jenggala. Sang selir, yang iri hati, berpura-pura sakit dan menuduh Permaisuri telah meracuninya. Karena percaya pada hasutan tersebut, Raja Raden Putra mengusir Permaisuri yang tengah hamil ke hutan belantara untuk dibunuh. Namun, karena rasa iba, sang patih membiarkan Permaisuri hidup dan membangun pondok sederhana untuknya.
Di tengah hutan, Permaisuri melahirkan seorang putra tampan bernama Cindelaras. Ia tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, kuat, dan berteman dengan hewan-hewan penghuni hutan. Suatu hari, seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam yang kemudian menetas menjadi seekor ayam jantan yang perkasa. Keajaiban muncul saat ayam tersebut berkokok:
"Kukuruyuk... Jagoku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra..."
Sadar bahwa dirinya adalah putra seorang raja, Cindelaras pergi ke Kerajaan Jenggala ditemani ayam jagonya yang tak terkalahkan dalam adu ayam. Berita tentang kehebatan ayam tersebut sampai ke telinga Raja Raden Putra, yang kemudian menantang Cindelaras bertaruh. Jika ayam Cindelaras menang, ia berhak mendapatkan setengah kekayaan raja; namun jika kalah, ia harus menyerahkan nyawanya.
Pertarungan sengit terjadi, dan ayam Cindelaras berhasil menang dengan gemilang. Saat ayamnya kembali berkokok dan mengungkap jati diri pemiliknya, sang Patih pun membongkar kebenaran tentang fitnah selir di masa lalu. Raja Raden Putra yang penuh penyesalan akhirnya menjemput Permaisuri dan mengangkat Cindelaras sebagai putra mahkota, sementara selir yang jahat mendapatkan hukumannya.
Tidak tersedia versi lain